Gelandangan saat ini merupakan sebuah pemandangan biasa di kota-kota besar.
Click here for readmore.......
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).
Posted in: time is money
Actually, there are only two keywords, namely positive cash flow and savings strategies. What is positive cash flow? The formula easily, which is income greater than expenditures How, when income is not increasing each month, while spending increased due to price increases? Here is the strategy.
1. forget the debt
With forget the debt, it means you truly live in accordance with ability. If not enough money to buy a car, I do not credit. If not enough money to buy a laptop, I do not debt. Moreover tempted installment for the light to fulfill the holiday overseas. Wuih, liburannya completed, the road continues installment. With forget the debt, you will be separated from jeratan interest and installments, for which there is no know what will happen in the future.
At least, when suddenly your own partner or ill, or no, you will not be pursued, pursue installments. I really need something and it can only be obtained with debt, try to be calculated again and, if need be a thousand times, whether you really need. Try to use this formula, THAT DO NOT BUY THIS SERVICE or I OFF. If the answer is still not dead, if they do not buy goods or consume these services, means that the desire is still pending.
2. After easy
When you become personal who easily satisfied and will always be grateful to that play, you will be separated from the temptation to buy goods or services that are not necessary. For example, the moment we can only be used for calls and SMS, so what? Most of us use the phone a sophisticated, complete with features of the Internet, wifi, and so forth, also never used (alias gaptek). So, should buy something that is consistent with your needs. So, in the end is not easy tempted persuasion ads that are very obsess. Essentially, always looking for ways or the most appropriate therapy for themselves grateful for what you have.
For additional tips, I try to keep the credit card as far as possible when I'm at the mall. Know that the goods in shopping malls always tempt the eye, I only bring adequate cash. Sehinggga, if cash money to live a little and suddenly tempted nan pretty cool shoes, I do not buy because the money in the wallet is a little (origin do not come back next day, yes). Because after all, I'm just a normal Cosmopolitan woman, born to love beautiful things and branded.
3. Creative
Gasoline expensive, so use public vehicles. Driving a car in the street will only remove the stuck free gasoline. Keep prestige, turn creative ideas, search for the most creative way to make money lawful and pressing expenses. If you feel so expensive lunch, take stock. When the salary of office barely, you can bring to the office of a trade (such as dry cake cake, mukena Lulu, or work clothes. With the note, the regulations allow the office).
Or, if Sunday is usually the way you and hangouts in the expensive coffee shop, have a friend who sells participate in the bazaar. If your marketing whiz, why not become a pretext job brokers or agents of the property (not infringe the rules of origin office). This means, many thousand creative ways that you can be a lawful can get if you just want to maximize the brain a little creative. Do not wait for salary increases that may never come. Better pick the ball, looking for opportunities.
4. Discipline
The last is the discipline with the rules that you create your own. Imagine this, because only tempted by the situation, you violate the promise or commitment that has made its own. This is like lick their own saliva. I deliberately make little parable that hard, because to get positive cash flow, it takes struggle. Believe me, the discipline that will be successful, and the fruits of success that will be very sweet, namely that there is more money can be saved each month, so you can prepare more mature fund education for your child.
Posted in: education
Melalui media blog ini mudah-mudahan memberikan manfaat bagi pengunjung, walaupun isi dalam tulisan ini belum memuaskan sesuai referensi yang di cari. Sedikitnya kita saling berbagi imu pengetahuan yang bermanfaat.Silahkan pengunjung dappat mengambil referensi jika membutuhkan dan mencantumkan sumber pada daftar pustaka karya ilmiahnya, agar kita berbagi ilmu dan memotivasi saya untuk selalu berkarya.Isi tulisan ini masih banyak kesalahan dan jauh dari sempurna karena keterbatasan pengetahuan pemilik blog, kritik dan saran yang bersifat membangun kami harapkan dari semua pengunjung blog ini.Terima KasihDR. Ade Suherman, M.Pd.



Seorang mentor spiritual di Amrik sana bercerita, “Dulu, sewaktu saya masih remaja, tumbuh besar di Calgary, hanya satu orang gelandangan yang terlihat di jalanan. Seorang lelaki yang kehilangan kedua kakinya dalam PDII, duduk diatas dolly mekaniknya (semacam papan skate yang lebar), di depan sebuah departemen store setiap hari, meminta-minta. Orang itu terlihat sangat menyedihkan, tak punya kaki, baju yang robek-robek, tidak punya kursi roda, dalam cengekeraman perasaan tidak berguna dan tak punya tujuan hidup. Orang-orang memberinya uang setiap hari.”
“Suatu hari dia meninggal. Dalam rumahnya (yang diberikan kepadaya oleh pemerintah ketika dia pulang dari perang beberapa tahun sebelunya) ditemukan uang beberapa ratus ribu dolar. Pengemis itu tidak punya saudara yang berhak menerima uang itu. Teman atau kenalan pun dia tidak punya untuk mengubur jasadnya.”
Banyak uang. Tak punya kekayaan sama sekali.
Kawan, tahukah dirimu apa itu uang?
Untuk apa uang digunakan?
Darimana datangnya uang itu?
Belum tentu satu dari sepuluh orang dapat memberi tahu kita dari mana uang itu datang, apa uang itu, dan bagus digunakan untuk apa.
Kesalahan umum yang sering dipahami masyarakat adalah menyamakan uang dengan kekayaan. Bahwa, jika seseorang memiliki banyak uang, dia adalah orang kaya. Cerita tentang gelandangan di atas menjelaskan bahwa uang tidak sama dengan kekayaan.
Dirimu mungkin sudah tahu hal ini: uang tidak lebih dari sebuah media yang disepakati sebagai alat tukar yang memungkin orang menukar satu jenis barang atau nilai dengan barang atau nilai yang lain.
Dirimu menukar keringat, energi, waktu, kreativitas, produktivitas, keahlian atau bakat dengan sejumlah uang. Lalu dirimu menukar sejumlah uang itu dengan barang-barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup, keamanan, kenyamanan, kesenangan, harga-diri, aktualisasi-diri dan pemenuhan pribadi.
Uang adalah alat yang disepakati sebagai mekanisme yang memfasilitasi aliran kekayaan. Anda menukar kekayaan (nilai/value) sebagai manusia (meskipun ditingkat dasar sebagai pekerja kasar) untuk sejumlah uang yang anda tukar dengan sesutu yang bernilai (kekayaan/wealth) seperti makanan dan tempat tinggal.
Semakin tinggi nilai yang dapat dibuat atau dihasilkan, semakin banyak uang yang akan kamu peroleh dan semakin banyak barang-barang bernilai yang dapat kamu kumpulkan dan dinikmati (menjadi kaya).
Tapi kawan, tidak ada satupun yang kamu kumpulkan itu memiliki nilai, kecuali dirimu mempunyai waktu dan kemerdekaan untuk menikmatinya. Kebanyakan orang biasanya membuat kesalahan menukar waktu mereka untuk uang yang lebih banyak. Beberapa orang memang berhenti di sini, hanya menyimpan, tanpa ditukar dengan sesuatu yang bernilai (something of value/harta). Sebuah perdagangan yang menyedihkan, tentu saja.
Banyak juga yang menukar uang dengan dengan barang-barang (valuables) seperti rumah yang nyaman yang dilengkapi dengan alat rumah tangga modern dan beragam kesenangan. Tapi seberapa berharga kah sebuah stereo sistem yang sangat mahal dan 1000 CD musik yang bagus di rumah mewah anda, jika dirimu tidak mempuyai waktu untuk menikmatinya? Hanya karena dirimu terlalu sibuk bekerja sepanjang waktu (menukar waktumu) untuk memperoleh uang yang lebih banyak?
Karena sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu adalah waktu, maka semakin banyak waktu yang dikorbankan (diberikan) untuk memperoleh uang—agar dapat membeli waktu untuk menikmati apa yang ditawarkan kehidupan. Jika begitu keadaannya maka dirimu adalah orang yang miskin.
Jika dirimu mampu mengatur apa yang kamu inginkan dengan waktumu. Atau, mencari uang tapi masih memungkinkan dirimu untuk melakukan apa yang kamu inginkan dalam hidup, maka kamu adalah orang kaya yang sebenarnya.
Jika apa yang kamu lakukan dengan waktumu untuk memperoleh uang adalah bukan sesuatu yang kamu inginkan dalam hidup, maka dirimu sedang berada dalam penderitaan. Seberapa banyak pun uang yang anda miliki. Dirimu tak bahagia.
Katakanlah kamu ingin menikmati waktu dengan membuat musik. Bayangkan musik yang kamu buat itu bagus, sehingga jutaan orang di dunia membeli CD musikmu. Dirimu menjadi orang yang memiliki banyak uang. Tapi, apakah uang berlimpah itu adalah ukuran kekayaan anda yang sebenarnya? Bukan.
Ukuran sebenarnya dari kekayaan yang anda miliki adalah bahwa anda memiliki kemerdekaan waktu untuk menghabiskan waktu (dan uang) untuk melakukan apa yang ingin dilakukan; mengarang lagu, misalnya (atau apa pun yang menyenangkan hatimu sepanjang hari). Mengutip seorang pemusik kaya yang terkenal (Bob Dylan).. “Apalah artinya uang? Seorang yang disebut sukses (kaya) jika dia bangun dipagi hari dan pergi tidur dimalam hari. Dan diantara waktu keduanya itu dia dapat melakukan apa yang ingin dilakukannya.”
Bagaimana caranya memperoleh kekayaan yang luar biasa ini? Mudah. Dengan memberikan nilai kepada kehidupan orang lain. Ingin memiliki lebih banyak lebih barang bernilai? Jadikan dirimu lebih bernilai. Atau berikan nilai lebih (pelayanan) terhadap kehidupan orang lain. Habiskan waktumu dengan memberi kontribusi (berbagi) dalam hidup. Kekayaan sejati bukanlah diukur dari apa yang kamu kumpulkan, tapi dari apa yang kamu berikan. Jadilah lebih bernilai dan kamu akan mampu menghasilkan nilai lebih. Dan akhirnya dirimu akan memperoleh lebih banyak nilai.
Sejumlah uang yang lalu-lalang di tanganmu adalah ukuran seberapa terbuka dirimu degan aliran alami kekayaan… pertukaran dari satu kekayaan untuk yang lain.
Jangan pernah membuat kesalahan dengan mengatakan uang adalah kekayaan. Kamu sendirilah yang menentukan kekayaan. Siapa dirimu, kontribusimu terhadap kehidupan dan kemerdekaan waktu yang kamu miliki untuk menikmati hidup yang ditawarkan oleh kehidupan. ‘Bagaimana’nya kehidupan berjalan mungkin kompleks dan rumit. Tetapi ‘mengapa’nya sederhana: agar kamu taat, bahagia, dan berbagi.
Waktu adalah uang? Bukan! Waktu adalah kekayaan.
Gunakan dengan bijak. Habiskan atau boroskan waktu anda dan tidak ada uang yang cukup untuk membelinya kembali.
Sekarang, tanyakan ini pada hatimu kawan…
1. Apa yang akan kamu lakukan dengan hidupmu jika uang adalah bukan sesuatu masalah yang penting?
2. Apakah yang kamu hasilkan dengan waktumu?
3. Apa yang kamu dapat dari menukar waktumu?
4. Apakah kamu beribadah? Taat?
5. Apakah kamu bahagia? Menikmati hidup?
6. Apakah kamu berbagi? Memberi?
7. Apakah kamu kaya?