Showing posts with label time is money. Show all posts
Showing posts with label time is money. Show all posts

30 October 2008

Time Is Money?

Kawan, seringkah dirimu melihat gelandangan?
Gelandangan saat ini merupakan sebuah pemandangan biasa di kota-kota besar.
Click here for readmore.......



Seorang mentor spiritual di Amrik sana bercerita, “Dulu, sewaktu saya masih remaja, tumbuh besar di Calgary, hanya satu orang gelandangan yang terlihat di jalanan. Seorang lelaki yang kehilangan kedua kakinya dalam PDII, duduk diatas dolly mekaniknya (semacam papan skate yang lebar), di depan sebuah departemen store setiap hari, meminta-minta. Orang itu terlihat sangat menyedihkan, tak punya kaki, baju yang robek-robek, tidak punya kursi roda, dalam cengekeraman perasaan tidak berguna dan tak punya tujuan hidup. Orang-orang memberinya uang setiap hari.”

“Suatu hari dia meninggal. Dalam rumahnya (yang diberikan kepadaya oleh pemerintah ketika dia pulang dari perang beberapa tahun sebelunya) ditemukan uang beberapa ratus ribu dolar. Pengemis itu tidak punya saudara yang berhak menerima uang itu. Teman atau kenalan pun dia tidak punya untuk mengubur jasadnya.”

Banyak uang. Tak punya kekayaan sama sekali.

Kawan, tahukah dirimu apa itu uang?

Untuk apa uang digunakan?

Darimana datangnya uang itu?

Belum tentu satu dari sepuluh orang dapat memberi tahu kita dari mana uang itu datang, apa uang itu, dan bagus digunakan untuk apa.

Kesalahan umum yang sering dipahami masyarakat adalah menyamakan uang dengan kekayaan. Bahwa, jika seseorang memiliki banyak uang, dia adalah orang kaya. Cerita tentang gelandangan di atas menjelaskan bahwa uang tidak sama dengan kekayaan.

Dirimu mungkin sudah tahu hal ini: uang tidak lebih dari sebuah media yang disepakati sebagai alat tukar yang memungkin orang menukar satu jenis barang atau nilai dengan barang atau nilai yang lain.

Dirimu menukar keringat, energi, waktu, kreativitas, produktivitas, keahlian atau bakat dengan sejumlah uang. Lalu dirimu menukar sejumlah uang itu dengan barang-barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup, keamanan, kenyamanan, kesenangan, harga-diri, aktualisasi-diri dan pemenuhan pribadi.

Uang adalah alat yang disepakati sebagai mekanisme yang memfasilitasi aliran kekayaan. Anda menukar kekayaan (nilai/value) sebagai manusia (meskipun ditingkat dasar sebagai pekerja kasar) untuk sejumlah uang yang anda tukar dengan sesutu yang bernilai (kekayaan/wealth) seperti makanan dan tempat tinggal.

Semakin tinggi nilai yang dapat dibuat atau dihasilkan, semakin banyak uang yang akan kamu peroleh dan semakin banyak barang-barang bernilai yang dapat kamu kumpulkan dan dinikmati (menjadi kaya).

Tapi kawan, tidak ada satupun yang kamu kumpulkan itu memiliki nilai, kecuali dirimu mempunyai waktu dan kemerdekaan untuk menikmatinya. Kebanyakan orang biasanya membuat kesalahan menukar waktu mereka untuk uang yang lebih banyak. Beberapa orang memang berhenti di sini, hanya menyimpan, tanpa ditukar dengan sesuatu yang bernilai (something of value/harta). Sebuah perdagangan yang menyedihkan, tentu saja.

Banyak juga yang menukar uang dengan dengan barang-barang (valuables) seperti rumah yang nyaman yang dilengkapi dengan alat rumah tangga modern dan beragam kesenangan. Tapi seberapa berharga kah sebuah stereo sistem yang sangat mahal dan 1000 CD musik yang bagus di rumah mewah anda, jika dirimu tidak mempuyai waktu untuk menikmatinya? Hanya karena dirimu terlalu sibuk bekerja sepanjang waktu (menukar waktumu) untuk memperoleh uang yang lebih banyak?

Karena sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu adalah waktu, maka semakin banyak waktu yang dikorbankan (diberikan) untuk memperoleh uang—agar dapat membeli waktu untuk menikmati apa yang ditawarkan kehidupan. Jika begitu keadaannya maka dirimu adalah orang yang miskin.

Jika dirimu mampu mengatur apa yang kamu inginkan dengan waktumu. Atau, mencari uang tapi masih memungkinkan dirimu untuk melakukan apa yang kamu inginkan dalam hidup, maka kamu adalah orang kaya yang sebenarnya.

Jika apa yang kamu lakukan dengan waktumu untuk memperoleh uang adalah bukan sesuatu yang kamu inginkan dalam hidup, maka dirimu sedang berada dalam penderitaan. Seberapa banyak pun uang yang anda miliki. Dirimu tak bahagia.

Katakanlah kamu ingin menikmati waktu dengan membuat musik. Bayangkan musik yang kamu buat itu bagus, sehingga jutaan orang di dunia membeli CD musikmu. Dirimu menjadi orang yang memiliki banyak uang. Tapi, apakah uang berlimpah itu adalah ukuran kekayaan anda yang sebenarnya? Bukan.

Ukuran sebenarnya dari kekayaan yang anda miliki adalah bahwa anda memiliki kemerdekaan waktu untuk menghabiskan waktu (dan uang) untuk melakukan apa yang ingin dilakukan; mengarang lagu, misalnya (atau apa pun yang menyenangkan hatimu sepanjang hari). Mengutip seorang pemusik kaya yang terkenal (Bob Dylan).. “Apalah artinya uang? Seorang yang disebut sukses (kaya) jika dia bangun dipagi hari dan pergi tidur dimalam hari. Dan diantara waktu keduanya itu dia dapat melakukan apa yang ingin dilakukannya.”

Bagaimana caranya memperoleh kekayaan yang luar biasa ini? Mudah. Dengan memberikan nilai kepada kehidupan orang lain. Ingin memiliki lebih banyak lebih barang bernilai? Jadikan dirimu lebih bernilai. Atau berikan nilai lebih (pelayanan) terhadap kehidupan orang lain. Habiskan waktumu dengan memberi kontribusi (berbagi) dalam hidup. Kekayaan sejati bukanlah diukur dari apa yang kamu kumpulkan, tapi dari apa yang kamu berikan. Jadilah lebih bernilai dan kamu akan mampu menghasilkan nilai lebih. Dan akhirnya dirimu akan memperoleh lebih banyak nilai.

Sejumlah uang yang lalu-lalang di tanganmu adalah ukuran seberapa terbuka dirimu degan aliran alami kekayaan… pertukaran dari satu kekayaan untuk yang lain.

Jangan pernah membuat kesalahan dengan mengatakan uang adalah kekayaan. Kamu sendirilah yang menentukan kekayaan. Siapa dirimu, kontribusimu terhadap kehidupan dan kemerdekaan waktu yang kamu miliki untuk menikmati hidup yang ditawarkan oleh kehidupan. ‘Bagaimana’nya kehidupan berjalan mungkin kompleks dan rumit. Tetapi ‘mengapa’nya sederhana: agar kamu taat, bahagia, dan berbagi.

Waktu adalah uang? Bukan! Waktu adalah kekayaan.

Gunakan dengan bijak. Habiskan atau boroskan waktu anda dan tidak ada uang yang cukup untuk membelinya kembali.

Sekarang, tanyakan ini pada hatimu kawan…

1. Apa yang akan kamu lakukan dengan hidupmu jika uang adalah bukan sesuatu masalah yang penting?
2. Apakah yang kamu hasilkan dengan waktumu?
3. Apa yang kamu dapat dari menukar waktumu?
4. Apakah kamu beribadah? Taat?
5. Apakah kamu bahagia? Menikmati hidup?
6. Apakah kamu berbagi? Memberi?
7. Apakah kamu kaya?




 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons