08 August 2009

Pemahaman Tentang Manajemen Pendidikan


Istilah manajemen merupakan kata kunci yang sangat penting dalam peranannya di dalam menjalankan suatu sisitem. Keberhasilan suatu system sangat tergantung kepada kemampuan manajerial yang melaksanakan system tersebut. Pengertian manajemen diungkapkan oleh Hasibuan ( 2001 : 1 ) bahwa manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Pengaturan tersebut dilakukan melalui tahapan dan proses yang teratur berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen itu. Hal ini berarti bahwa manajemen itu merupakan suatu proses yang teratur untuk dapat mewujudkan yang dikehendaki.

Menurut P. Siagian ( 1980 :17 ) manajemen adalah merupakan kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain. Selanjutnya Hasibuan ( 2001 : 2 ) mengungkapkan definisi manajemen, yaitu: “ Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efesien untuk mencapai suatu tujuan tertentu”. The Lang Gie ( 1980 : 17 ) memberi batasan manajemen adalah proes yang menggerakkan tindakan-tindakan dalam usaha kerjasama manusia, sehingga tujuan yang telah ditentukan benar-benar tercapai.
Berdasarkan pandapat dari Harold Koontz dan Cyril O’Donnel (dalam Hasibuan, 2001 : 3 ) yang mengungkapkan sebagai berikut :
Management is getting things done through people. In bringing about this coordinating of group activity, the manager, as a manager plans, organizes, staffs, direct, and control the activities other people.
Managemen adalah usaha pencapaian suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Dengan demikian manager mengadakan koordinasi atas sejumlah aktifitas orang lain yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan, dan pengendalian.

Hal tesebut berarti bahwa dalam prosesnya manajemen itu melibatkan fungsi-fungsi pokok yang ditampilkan oleh seorang manajer, dan yang termasuk fungsi-fungsi itu adalah perencanaan ( planning ), pengorganisasian ( organizing ), pemimpinan ( leading ), dan pengawasan ( controlling). Maka berdasar kepada hal tersebut di atas, manajemen mengendalikan organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien.

Berdasarkan pendapat teori dari Terii dan Rue ( 1992: 1 ), bahwa apabila ditinjau dari segi istilah, manajemen adalha suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan dari suatu kelompok orang – orang agar tujuan dari organisasi dapat tercapai. Sementara itu Gulick ( dalam Fattah, 1999 : 1 ) mengungkapkan bahwa manajemen diartikan sebagai ilmu, kiat, dan profesi. Dikatakan sebagai ilmu karena manajemen itu merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang – orang bekerja sama. Dikatakan kiat sebagaimana diungkapkan oleh Follet ( dalam Fattah 1999 : 1 ), karena untuk mencapai sasaran dalam manajemen, maka dengan melalui cara-cara mengatur orang lain dalam menjalankan tugas ( the art of getting things done through people ). Hal tersebut senada dengan ungkapan Botinger ( dalam Fattah, 1999: 3) yang mengungkapkan bahwa manajemen sebagai suatu kiat karena membutuhkan tiga unsur, yaitu: pandangan, pengetahuan teknis, dan komunikasi. Sedangkan tiga unsur tersebut terkandung dalam manajemen. Oleh karenanya diperlukan pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam mengimplementasikannya. Untuk mencapainya perlu dikembangkan melalui pelatihan manajemen, seperti halnya melatih seniman, dan dipandang sebagai profesi karena dilandasi oleh keahlian khusus dalam mencapai prestasi, dan para profesionalnya dituntut oleh suatu kode etik.

Dari pernyataan yang dikemukakan oleh para ahli tersebut, dapat ditarik suatu pengertian yang lebih jelas, bahwa manajemen mempunyai pengertian sebagai berikut:
1. Manajemen sebagai suatu seni dan ilmu dalam menggerakkan orang – orang pada suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Manajemen adalah suatu proses.
3. Manajemen sebagai suatu kumpulan orang-orang yang melakukan kegiatan manajemen.

Berdasarkan cara pemecahan masalah, maka secara garis besar manajemen dapat dibagi menjadi :
1. Managemen konvensional, yaitu manajemen yang penentuan tujuan serta pemecahan masalah selalu berdasarkan pada pengalaman masa lalu.
2. Manajemen Strategik, yaitu manajemen yang tidak hanya menerima cara – cara mengelola yang telah dilakukan masa lalu, tetapi juga menetapkan dengan seksama tantangan yang dihadapi saat ini dan masa yang akan dating, menentukan strategi pemecahan masalah yang produktif, memaksimalkan sumber untuk mencapai tujuan.

Lebih lanjut tinjauan tentang manajemen dirumuskan sebagai berikut :
1. Manajemen merupakan perpaduan antara ilmu dan seni
2. Manajemen merupakan proses yang sistematis, terkoordinasi, kooperatif, dan terintegrasi dalam memanfaatkan unsur-unsurnya.
3. Manajemen baru dapat diterapkan jka ada dua orang atau lebih melakukan kerja sama dalam suatu organisasi.
4. Manajemen harus didasarkan pada pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab.
5. Manajemen terdiri dari beberapa fungsi
6. Manajemen hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan.

Berdasarkan pendapat para ahli, pengertian mengenai pendidikan masih belum seragam dalam pembakuan definisi, meskipun maksud dan inti dari pendidikan sudah sama-sama mengarahpada suatu tujuan tertentu. Berdasarkan buku Dictionary of Education disebutkan bahwa pendidikan adalah : (a) proses seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan tingkah laku lainnya dalam masyarakat tempat mereka hidup; (b) proses social yang terjadi pada orang yang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol ( khususnya yang dating dari sekolah ), sehingga mereka dapat memperoleh perkembangan kemampuan social dan kemampuan individu yang optimum.
Pendapat dai Crow dan Corw ( 1960 ) yaitu : “ modern education theory and practice not only are aimed at preparation for future living but also are operative in determining the pattern of present, day by day attitude and behavior”. Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai sarana untuk persiapan hidup yang akan datang, tetapi juga untuk kehidupan sekarang yang dialami individu dalam perkembangannnya menuju kedewasaannya.


Berdasarkan hasil penelaahan dari berbagai sumber dan para pakar yang berkompeten di bidangnya, maka pendidikan mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:
a. Pendidikan mengandung tujuan, yaitu kemampuan untuk berkembang sehingg bermanfaat untuk kepentingan hidup.
b. Untuk mencapai tujuan itu, pendidikan melakukan usaha yang terencana dalam memilih isi ( materi ), strategi, dan teknik penilaiannya yang sesuai.
c. Kegiatan pendidikan dilakukan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat ( formal dan non formal ).

Manajemen pendidkan merupakan proses pengembangan kegiatan kerjasama kelompok orang untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Manajemen pendidikan mempunyai berbagai kegiatan yang sangat kompleks dan saling berhubungan. Engkoswara ( 2001 :2 ) mengemukakan bahwa :
Manajemen pendidikan dalam arti seluas-luasnya adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana menata sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara produktif dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan yang telah disepakat bersama.

Berkaitan dengan bidang garapan yang melingkupi manajemen pendidikan, dikemukakan oleh Nawawi ( 1998 :15 ) yang menyatakan bahwa bidang garapan manajemen pendidikan terbagi menjadi dua bidang, yaitu manajemen administrative dan manajeman operasional. Bidang manajemen administratif memfokuskan pada kegiatan perencanaan, organisasi, bimbingan, pengarahan, koordinasi da pengawasan, serta komunikasi. Sedangkan bidang manajemen operasional memfokuskan pada kegiatan tata usaha, kepegawaian, keuangan dan hubungan sekolah dengan masyarakat. Kedua bidang manajemen pendidikan tersebut memiliki hubungan yang sangat erat.

Manajemen pendidikan pada hakekatnya menyangkut tujuan pendidikan manusia yang melakukan kerjasama, proses sistemik dan sistematik, serta sumber-sumber yang didayagunakan. Manajemen pendidikan merupakan suatu cabang ilmu manajemen yang mempelajari penataan sumber daya manusia, kurikulum, fasilitas, sumber belajar dan dana, serta upaya mencapai tujuan lembaga yang dinamis.

3 comments:

agas suseno said...

alus,ey.....http://perummutiarabojong.blogspot.com/2011/10/seks-ok-di-usia-senja.html

Ade Suherman said...

Siip, Thnk bro

Zuhe Nunchax'z said...

Sip Lah keren,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Post a Comment

Bagi Pengunjung dan mengambil data dari Blog ini, Untuk Perbaikan artikel-artikel di atas DIWAJIBKAN BERKOMENTAR, Trms..Wassalam

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons