Loading...

20 January 2009

Laporan Keuangan Perusahaan

Pengertian
Menurut Myer dalam Munawir (2004:5) laporan keuangan adalah:

Dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar adalah daftar neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar laba rugi. Pada waktu akhir-akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi perseroan-perseroan untuk menambahkan daftar laba yang tak dibagikan (laba yang ditahan)
Berdasarkan pengertian di atas bahwa laporan keuangan merupakan gambaran informasi keuangan secara kuantitatif yang disajikan oleh pimpinan perusahaan, sebagai pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugasnya kepada pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan tersebut. Laporan keuangan disusun secara sistematis dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
Menurut Zaki Baridwan (2000:17) menjelaskan laporan keuangan sebagai berikut: “Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan”. Selanjutnya Menurut Ridwan S. dan Inge Barlian (2003:76) menyatakan bahwa laporan keuangan adalah “Suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan/aktivitas perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data-data/aktivitas tersebut.” Selanjutnya Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam "Standar Akuntasi Keuangan" (2007;2) bagian kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan menyatakan bahwa:
Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi Neraca, Laporan Rugi/Laba, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti, misalnya sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Disamping itu juga termasuk schedule-schedule informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya, informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.

Berdasarkan pengertian di atas dapat dijelaskan bahwa laporan keuangan harus disiapkan secara periodik untuk pihak-pihak yang berkepentingan antara lain investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah, masyarakat dan manajemen perusahaan. Definisi di atas, maka penulis dapat menguraikan bahwa suatu laporan keuangan merupakan ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat utama untuk mengkomunikasikan data keuangan atau posisi keuangan pada saat tertentu kepada pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan tersebut. Selain itu laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi tentang posisi keuangan dan tingkat perkembangan usaha yang dicapai perusahaan dalam suatu periode akuntansi.

Tujuan Laporan Keuangan
Pada dasarnya laporan keuangan adalah menyediakan informasi keuangan tentang suatu badan usaha bagi pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Pihak-pihak yang berkepentingan tersebut mempunyai tekanan yang berbeda, maka laporan keuangan harus disusun sedemikian rupa agar dapat memenuhi kebutuhan seluruh pihak yang berkepentingan. Selanjutnya Baridwan (2000:4) mengungkapkan bahwa laporan keuangan harus memenuhi tujuan umum dan kualitatif.
1. Tujuan Umum
1) Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.
2) Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva tetap Netto (aktiva yang dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari suatu kegiatan usaha dalam memperoleh laba.
3) Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan keuangan di dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
4) Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan seperti informasi mengenai aktivitas pembiayaan atau investasi.
5) Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan seperti informasi mengenai kebijaksanaan akuntansi yang dianut perusahaan.
2. Tujuan Kualitatif
1) Relevan
2) Dapat dimengerti
3) Daya uji (veriviability)
4) Netral
5) Tepat waktu
6) Daya banding
7) Lengkap
Berdasarkan kedua tujuan laporan keuangan tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa informasi keuangan yang dilaporkan oleh perusahaan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan sumber dan penggunaan kas atau laporan arus kas dan laporan-laporan lainnya yang sifatnya membantu untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut serta pengungkapan lain yang relevan dengan laporan keuangan untuk kebutuhan pemakai informasi.
Selain itu laporan keuangan bertujuan untuk menyediakan informasi yang tnenyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejundah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Sifat dan Keterbatasan Laporan Keuangan
Laporan keuangan dipersiapkan oleh manajemen dengan maksud memberikan informasi tentang posisi keuangan pada suatu periode akuntansi sebagai hasil kegiatan usaha yang telah dilaksanakan pada periode yang bersangkutan. Laporan keuangan sebagai kegiatan usaha, tidak mencerminkan nilai yang pasti dan tepat dari perusahaan secara keseluruhan sesuai dengan kondisi ekonomi pada saat laporan keuangan tersebut dibuat. Hal ini menunjukkan keterbatasan yang terkandung dalam laporan keuangan.
Laporan keuangan dibuat dan disajikan dengan maksud untuk memberikan informasi dan gambaran mengenai posisi, keadaan dan perkembangan suatu perusahaan. Penyajian ini dilakukan secara periodik oleh manajemen. Oleh karena itu, laporan keuangan mempunyai sifat historis dan menyeluruh serta merupakan suatu laporan kemajuan (Progress Report). Menurut Munawir (2004;6) bahwa data-data yang terdapat dalam laporan keuangan tersebut merupakan hasil kombinasi antara :
1. Fakta-fakta yang telah dicatat (Recorded Fact)
Berarti bahwa laporan keuangan ini dibuat atas dasar fakta dari catatan akuntansi yang besifat historis dari peristhva-peristiwa yang telah terjadi dimasa lampau, dan jumlah uang yang tercatat dalam pos-pos itu dinyatakan dalam harga-harga pada waktu terjadinya peristiwa tersebut (at Original Cost).
2. Prinsip dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (Accounting Convention and Postulate )
Berarti data yang dicatat itu didasarkan pada prosedur maupun anggapan tertentu yang merupakan prinsip-prinsip yang lazim (General Accepted Accounting Principles), dengan tujuan untuk memudahkan pencatatan (Expediensi) atau untuk keseragaman.
3. Pendapat pribadi (Personal Judgement)
Pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang telah diatur oleh aturan-aturan akuntansi pada akhir penerapan aturannya tergantung pada kehendak akuntan atau manajemen perusahaan masing-masing.

Memperhatikan sifat-sifat laporan keuangan tersebut di atas maka laporan keuangan yang dihasilkan mempunyai beberapa keterbatasan. Menurut Zaki Baridwan (2004;13) bahwa keterbatasan laporan keuangan itu antara lain : ”1). Cukup berarti (Materiality), 2). Konservatif, 3)”. Sifat khusus industri.
Pendapat tersebut di atas dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Cukup berarti (Materiality)
Beberapa pedoman umum yang dapat digunakan untuk menentukan apakah berarti atau tidak dalam suatu laporan keuangan adalah sebagai berikut:
a. Aspek Kuantitatif
Berdasarkan pada jumlah absolut, misalnya jumlah rupiah atau berdasarkan pada nilai relatif, misalnya sebagai suatu presentase dari pendapatan bersih dari modal.
b. Aspek Kualitatif
Mempertimbangkan karakteristik dari lingkungan, karakteristik dari perusahaan seperti besar kecilnya perusahaan, struktur modal, karakteristik dari elemen itu sendiri seperti sifatnya, waktunya, hubungannya dengan pendapatan dan karakteristik dari kebijaksanaan-kebijaksanaan akuntansi yang digunakan.
2. Konservatif
Konservatif merupakan sikap yang diambil oleh akuntan dalam menghadapi dua atau lebih alternatif dalam penyusunan laporan keuangan. Apabila lebih dari satu alternatif tersedia, maka sikap konservatif ini cenderung memilih alternatif yang tidak akan membuat aktiva dan pendapatan terlalu besar. Masalah ini timbul jika ada lebih dari satu alternantif, bisa juga timbul dalam hal suatu jumlah itu belum dapat dipastikan.
3. Sifat khusus suatu industri
Industri yang mempunyai sifat-sifat khusus seperti Bank, asuransi dan lain-lain, sering sekali memerlukan prinsip akuntansi yang berbeda dengan industri-industri lainnya juga karena adanya peraturan-peraturan dari pemerintah terhadap industri-industri khusus, ini akan mengakibatkan adanya prinsip-prinsip akuntansi tertentu yang berbeda dengan yang umum digunakan.

Dari uraian di atas, dapat dijelaskan bahwa sifat dan keterbatasan laporan keuangan yang ada mencerminkan secara keseluruhan hal-hal yang penting yang membantu dalam mempertimbangkan pengambilan keputusan.
2.1.4 Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan
Sebelum menganalisis dan menafsirkan suatu laporan keuangan, seorang penganalisis harus mempunyai pengertian yang mendalam tentang bentuk-bentuk maupun prinsip-prinsip penyusunan laporan keuangan. Menurut S. Munawir (2004; 13) menjelaskan bahwa bentuk-bentuk laporan Keuangan adalah sebagai berikut : “1) Neraca, 2) Laporan Rugi Laba, 3) Laporan Laba yang ditahan”.
Bentuk-bentuk laporan keuangan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Neraca
Adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Tujuannya untuk menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu dimana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender, sehingga neraca sering disebut dengan Balance Sheet. Dengan demikian neraca terdiri dari tiga bagian utama yaitu :
a. Aktiva
Pada dasarnya aktiva dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian utama yaitu :
1. Aktiva lancar
Adalah uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk dicairkan atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumer dalam periode berikutnya.
2. Aktiva tidak lancar
Adalah aktiva yang mempunyai umur kegunaan relatif permanen, jangka panjang (mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak akan habis dalam satu kali perputaran operasi perusahaan).
b. Hutang
Adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditur.
c. Modal
Adalah merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukkan dalam pos modal (modal saham), saham dan laba yang ditahan.
Bentuk Neraca yang umum digunakan pada perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Bentuk skontro (Account Form)
Dimana semua aktiva tercantum di sebelah kiri atau debet dan hutang serta modal tercantum di sebelah kanan atau kredit
2. Bentuk Vertikal (Report Form)
Dalam bentuk ini semua aktiva nampak dibagian atas yang selanjutnya diikuti dengan hutang jangka pendek, hutang jangka panjang serta modal.
3. Bentuk neraca yang disesuaikan dengan kedudukan atau posisi keuangan perusahaan
Bentuk ini bertujuan agar kedudukan atau posisi keuangan yang dikehendaki nampak dengan jelas.
2. Laporan Rugi laba
Laporan rugi laba merupakan suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu.
Bentuk laporan rugi laba :
a. Bentuk Single Step
Yaitu menggabungkan semua penghasilan menjadi satu kelompok dan semua biaya dalam satu kelompok, sehingga untuk menghitung rugi laba bersih hanya memerlukan satu langkah yaitu mengurangkan total biaya terhadap total penghasilan.
b. Bentuk Multiple Step
Dalam bentuk ini dilalcukan pengelompokan yang lebih teliti sesuai dengan prinsip yang digunakan secara umum.
3. Laporan Laba Yang Ditahan
Rugi laba yang timbul secara insidentil dapat diklasifikasikan tersendiri dalam laporan rugi laba atau dicantumkan dalam laporan laba yang ditahan (Retained Earning Statement) atau dalam laporan perubahan modal, tergantung pada konsep yang dianut oleh perusahaan. Konsep itu adalah sebagai berikut :
a. Clean Surplus Principle atau All inclusive Concept, maka semua rugi laba insidentil nampak dalam laporan rugi laba, dan dalam laporan laba yang ditahan hanya berisi :
1. Net income yang ditransper dari laporan rugi laba
2. Deklarasi (pembayaran) devidend
3. Penyisihan dari laba (Appropriation of Retained Earning)
b. Non Clean Concept atau Current Operating Performance, maka dalam laporan rugi laba hanya menentukan hasil dari operasi normal periode itu, sedang rugi laba yang timbul secara insidentil nampak dalam laporan perubahan modal atau laporan laba yang ditahan.

Berdasarkan uraian di atas dapat dijelaskan bahwa ; neraca, laporan rugi laba dan laporan laba yang ditahan merupakan bentuk-bentuk penyajian laporan keuangan perusahaan.

Manfaat Laporan Keuangan
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2007:3) bahwa : “Pemakai laporan keuangan meliputi investor sekarang dan investor potensial, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah serta lemabaga-lembaganya, dan masyarakat”. Manfaat laporan keuangan tersebut dibutuhkan untuk keperluan informasi, kebutuhan ini meliputi:
1. Investor
Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar devidend.
2. Karyawan
Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja.
3. Pemberi pinjaman
Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
4. Pemasok dan kreditor usaha lainnya
Pemasok dan kreditor usaha lainnya terrarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo.
5. Pelanggan
Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada perusahaan.
6. Pemerintah
Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur akti vitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
7. Masyarakat
Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.

Berdasarkan beberapa pemakai informasi keuangan bahwa yang menggunakan informasi laporan keuangan yaitu investor, karyawan, pemberi pinjaman pemasok, pelanggan, pemerintah dan masyarakat. Pihak-pihak yang berkepentingan tersebut merupakan stakeholders perusahaan dan merupakan bagian dari alur kegiatan perusahaan yang terlibat di dalam menjalankan operasional perusahaan.

Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Pengertian analisis laporan keuangan menurut Hanafi dan Halim (2005:5) berpendapat bahwa:
Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Pekerjaan yang paling mudah dalam menganalisis laporan keuangan yaitu dengan meghitung rasio-rasio keuangan suatu perusahaan. Tapi tantangan analisis adalah menginterpretasikan rasio-rasio keuangan yang muncul.

Menurut Ali Imron (2000:10) mengemukakan analisis laporan keuangan adalah “Cara untuk menilai, menentukan hubungan sebab akibat, dan menginterprestaikan atau menafsirkan tentang neraca, laporan rugi atau laba, laporan laba ditahan dan disampaikan kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan”.
Dari definisi di atas dapat diuraikan, analisis laporan keuangan dapat memenuhi objek analisis dari tujuan yang hendak dicapai dan perkembangan usaha di masa yang akan datang. Serta dapat memenuhi keinginan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan. Tujuan dari analisis laporan keuangan adalah untuk memperoleh pandangan tentang posisi keuangan perusahaan di masa yang akan datang. Analisis laporan keuangan merupakan studi untuk mengadakan penilaian atas keuangan perusahaan dan fotensi/kemajuan perusahaan dengan mempelajari data atau angka-angka yang terdapat dalam laporan keuangan dan mencari hubungan sebab akibat. Angka-angka tersebut akan lebih berarti apabila diperbandingkan untuk dua periode atau lebih.

Metode dan Teknik Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan merupakan studi yang saling berhubungan dari rekening-rekening di dalam laporan keuangan. Metode dan teknik laporan keuangan digunakan untuk menentukan dan mengukur hubungan antara pos-pos yang ada dalam laporan, sehingga dapat diketahui perubahan-perubahan dari masing-masing pos bila dibandingkan dengan laporan dari beberapa periode untuk suatu perusahaan tertentu. Menurut Munawir (2004:36) tujuan dari setiap metode dan teknik analisis adalah :
Untuk menyederhanakan data sehingga dapat lebih dimengerti. Pertama- tama penganalisisan harus terorganisir pengumpulan data yang diperlukan, mengukur dan kemudian menganalisis dan menginterpretasikan sehingga data menjadi lebih berarti.

Dengan demikian tujuan setiap metode dan teknik analisis adalah untuk menyederhanakan data sehingga dapat dimengerti oleh yang berkepentingan. Menurut Munawir (2004:38) Ada dua metode analisis yang digunakan dalam analisis laporan keuangan yaitu:
a) Analisis Horisontal (metode analisis dinamis)
Analisis horisontal yaitu analisis dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode sehingga akan diketahui perkembangan perusahaan. Dengan analisis ini dapat diketahui:
- Kenaikan maupun penurunan pos-pos neraca dan laba rugi selama beberapa periode baik dalam rupiah maupun dalam prosentase.
- Kenaikan maupun penuruan dalam jumlah besar dapat dilihat dengan jelas sehingga dapat segera diadakan analisis lebih lanjut.
b) Analisis Vertikal (Metode analisis statis)
Yaitu analisis laporan keuangan yang dianalisis hanya meliputi satu periode atau satu saat saja, dengan membandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya untuk periode itu saja tanpa mengetahui perkembangan usaha perusahaan.
Berdasarkan pengertian di atas dapat dijelaskan bahwa analisis laporan keuangan di buat bertujuan untuk mengetahui pos-pos neraca dan laba rugi selama periode tertentu

Teknik Analisis Laporan Keuangan
Menurut Munawir (2004: 36) teknik analisis yang biasa digunakan dalam laporan keuangan adalah sebagai berikut:
  1. Analisis perbandingan laporan keuangan. Metode dan teknik analisis dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih.
  2. Trend atau tendensi posisi dan kemajuan keuangan yang dinyatakan dalam prosentase. Suatu metode atau teknik analisis untuk mengetahui tendensi daripada keadaan keuangannya, apakah menunjukan tendensi tetap naik atau bahkan turun.
  3. Laporan dengan prosentase per komponen atau common size statement.Suatu metode analisis untuk mengetahui prosentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap total aktivanya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan komposisi perongkosan yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya.
  4. Analisis sumber dan penggunaan dan modal kerja. Suatu analisis untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan mdoal kerja atau untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu.
  5. Analisis sumber dan penggunaan kas. Suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan uang kas selama periode tertentu.
  6. Analisis perubahan laba kotor. Suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tersebut.


3 comments:

mebel furniture jepara said...

mebel furniuture jepara www.jeparadisemebeland.com, mkch gan infonya,

Anonymous said...

trims infonya mas ade

dimdroid said...

Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

Post a Comment

Bagi Pengunjung dan mengambil data dari Blog ini, Untuk Perbaikan artikel-artikel di atas DIWAJIBKAN BERKOMENTAR, Trms..Wassalam

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons