12 July 2008

Tentang Waktu

1. Pengertian tentang waktu

Waktu tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi Anda! Karena dalam kehidupan sehari¬hari setiap orang selalu dibatasi oleh waktu. Apakah Anda mengetahui definisi tentang waktu?

Berdasarkan kamus umum Bahasa Indonesia, waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses perbuatan atau keadaan berlangsung atau berada. Dari definisi tersebut, tentu Anda dapat memahami bahwa, apabila membahas tentang waktu sebagai suatu rangkaian saat ketika proses berlangsung, maka berarti yang dibahas adalah suatu peristiwa atau kejadian yang lalu atau yang akan datang.

Peristiwa masa lalu itu sangat luas, peristiwa masa lalu yang tidak menyangkut manusia itu bukan sejarah. Karena sejarah mengkaji tentang peristiwa masa lalu manusia tetapi tidak secara keseluruhan. Dan sejarah hanya mengurusi manusia masa kini. Untuk itu sejarah disebut sebagai ilmu tentang manusia.

Di samping pengertian di atas, karena manusia pembentuk masyarakat. Masyarakat yang dikaji oleh sejarah adalah masyarakat dari segi waktu. Untuk itu sejarah juga disebut sebagai ilmu tentang waktu. Dengan demikian pengertian sejarah beraneka ragam.

Sejarah pada hakekatnya dibatasi oleh dua pengertian yaitu sejarah dalam arti subyektif dan sejarah dalam arti obyektif. Sejarah dalam arti subyektif adalah bangunan yang disusun oleh penulis sebagai suatu uraian atau cerita, maka memuat unsur-unsur dan isi penulis atau pengarang (subyek). Sedangkan sejarah dalam arti obyektif menunjuk kepada kejadian atau peristiwa itu sendiri atau keseluruhan pada proses peristiwa atau kejadian berlangsung terlepas dari unsur-unsur subyek seperti pengamat atau pencerita.

Dari penjelasan di atas apakah Anda sudah memahami? Kalau sudah memahami silahkan pelajari kembali penjelasan berikutnya. Setiap peristiwa kejadian yang berlangsung dalam suatu masyarakat, kalau dilihat dari segi waktu, maka akan terlihat adanya 4 hal, yaitu: a) perkembangan; b) kesinambungan; c) pengulangan; dan d) pergeseran. Mengenai contoh dari 4 hal tersebut dapat Anda temukan pada setiap peristiwa/kejadian dalam sejarah, atau lebih jelasnya dapat Anda tanyakan kepada Guru Bina Anda.

Agar supaya setiap waktu dalam setiap peristiwa atau kejadian dapat dipahami, maka sejarah membuat pembabakan waktu atau periodisasi. Maksud periodisasi ini adalah agar babak waktu itu menjadi jelas ciri-cirinya. Contohnya sejarah Eropa dapat dibagi ke dalam 3 periode yaitu zaman klasik/kuno, zaman pertengahan dan zaman modern.

Periodisasi/pembabakan waktu sejarah Indonesia menurut Dr. Kuntowijoyo dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ilmu Sejarah, dibagi menjadi 4 periode, yaitu: zaman prasejarah, zaman kuno, zaman Islam, dan zaman modern.

Tetapi secara graris besar periodisasi sejarah dibagi menjadi zaman prasejarah dan zaman sejarah. Untuk lebih jelasnya bagaimana hubungan antara zaman prasejarah dan zaman sejarah, maka silahkan Anda perhatikan gambar 1 berikut ini.

Dengan melihat gambar 1, maka Anda tentu memahami bahwa prasejarah merupakan suatu zaman yang terjadi sebelum sejarah. Pemahaman tersebut sangatlah benar karena sesuai dengan arti kata prasejarah. Pra artinya sebelum, maka prasejarah artinya sebelum sejarah.

Sebenarnya ada istilah lain untuk menamakan zaman prasejarah yaitu zaman Nirleka, Nir artinya tidak ada dan leka artinya tulisan, jadi zaman Nirleka zaman tidak adanya tulisan. Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan.

Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut.

Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir + tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga + tahun 4000 bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah. Dari penjelasan di atas, apakah Anda sudah paham? Kalau Anda sudah memahami, tentu Anda sudah mempunyai gambaran tentang sejarah Indonesia.

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa setiap peristiwa atau kejadian hanya dapat diketahui kembali melalui fakta atau sumber-sumber yang ada.

2. Sumber-sumber Prasejarah dan Sejarah

Sumber atau fakta merupakan hal terpenting sebagai kunci untuk mempelajari suatu peristiwa yang telah terjadi pada masa lalu. Sumber-sumber atau fakta dari setiap peristiwa yang telah terjadi beraneka ragam.

Untuk memudahkan Anda memahami sumber-sumber tersebut maka yang akan disajikan terlebih dahulu adalah sumber-sumber prasejarah. Untuk itu silahkan Anda pelajari uraian materi berikut ini.

a. Sumber-sumber Prasejarah

Sebelum membaca uraian materi, perhatikanlah gambar 2. Pada Gambar tersebut, merupakan salah satu bentuk fosil tengkorak manusia. Tentu Anda mulai berpikir, apa yang dimaksud dengan fosil?

Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu karena adanya proses kimiawi. Fosil merupakan peninggalan masa lampau yang sudah tertanam ratusan peninggalan masa lampau yang sudah tertanam ratusan bahkan ribuan tahun di dalam tanah.

Contoh fosil antara lain fosil manusia, fosil binatang, fosil pepohonan (tumbuhan).
Selain fosil yang menjadi sumber prasejarah juga terdapat artefak yaitu peninggalan masa lampau berupa alat kehidupan/hasil budaya yang terbuat dari batu, tulang, kayu dan logam.

Untuk lebih memahami salah satu contoh bentuk artefak.

Demikian uraian materi tentang sumber-sumber prasejarah

b. Sumber-sumber Sejarah

Peristiwa masa lalu dapat diketahui secara lengkap dan mendekati kebenaran adanya sumber-sumber yang beranekaragam. Ditinjau dari wujudnya, maka sumber sejarah dapat dibagi lagi menjadi 4, yaitu sebagai berikut:

  1. Sumber lisan adalah sumber sejarah yang berupa keterangan dari seseorang
    atau beberapa orang yang menyaksikan langsung atau mengalami langsung suatu peristiwa.
  2. Sumber tertulis adalah sumber sejarah yang berupa keterangan tertulis mengenai suatu peristiwa/kejadian misalnya data, dokumen, babad prasasti, naskah kuno, buku, dsb.
  3. Sumber benda adalah sumber sejarah yang berupa benda-benda peninggalan budaya atau la zim dginamakan benda purbakala, misalnya: candi, senjata, gedung, dsb.
  4. Sumber audio visual adalah sumber sejarah yang merupakan hasil rekaman media elektronika, misalnya: kaset video, film, tape recorder, dll.


Untuk lebih memahami sumber-sumber sejarah tersebut, maka diskusikanlah bersama teman-teman Anda jenis sumber-sumber sejarah dalam suatu peristiwa Proklamasi 17-8-1945, seperti yang pernah Anda pelajari di SLTP. Hasil diskusi Anda dapat Anda tunjukkan kepada Guru Bina Anda! Selanjutnya Anda dapat melanjutkan pada uraian materi berikutnya.


3. Ilmu Bantu Prasejarah

Dalam mempelajari zaman prasejarah, di mana belum ditemukan bukti-bukti tertulis, maka untuk mengetahui peristiwa atau kejadian pada masa tersebut, para ahli melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Ekskavasi, melakukan penggalian untuk menemukan peninggalan budaya yang kebanyakan tertanam di dalam tanah.
  2. Mempelajari kehidupan suku-suku terasing yang sekarang masih hidup seperti yang tinggal di daerah-daerah pedalaman.

Hal ini dilakukan karena, dengan mempelajari alat yang digunakan suku terasing/suku primitif tersebut, sehingga dapat memberikan pengertian tentang kehidupan dan kebudayaan manusia di zaman prasejarah.

Untuk melakukan hal tersebut di atas, maka prasejarah harus bekerjasama dengan disiplin ilmu yang lain antara lain:

  • Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau melalui artefak.
  • Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan.
  • Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fosil.

Demikianlah uraian materi tentang ilmu bantu prasejarah.

0 comments:

Post a Comment

Bagi Pengunjung dan mengambil data dari Blog ini, Untuk Perbaikan artikel-artikel di atas DIWAJIBKAN BERKOMENTAR, Trms..Wassalam

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons