05 December 2008

pentingkah waktu???

Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia,dengan orang tua dan sanak keluarganya.
Click here for readmore.......



Tetapi, dia tidak pernah mensyukuri betapa baiknya kehidupan yang dia miliki. Dia terus bermain, mengganggu sanak keluarganya kalau mereka tidak mau bermain apa yang dia ingin main. Tetapi, ketika dia mau minta maaf, dia selalu berkata,”Tidakapa-apa, besok kan bisa.”

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya.Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia nggak pernah mensyukurinya. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasan dia,”Tidak apa-apa, besok kan bisa.”

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur.Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya hampir melakukan segala sesuatu bersama-sama, makan,main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang sangat cantik dan baik dan segera dia menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin. Tentu, dia rindu sama teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka lagi, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, “Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka.” Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar. Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Tapi, itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya. Tentu, kadang kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya “Aku cinta kamu”, tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasan dia”Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya.” Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan berpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan. Dia ditabrak lari. Tapi hari itu, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut.Sebelum sempat berkata “Aku cinta kamu”, istrinya meninggal.

Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba mencari menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar anak-anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli sama orang tua ini yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.

Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik dengan uang yang dia simpan untuk perayaan pernikahan ke 50, 60, dan 70 dia dan istrinya. Semua uang itu sebenarnya untuk dipakai pergi ke Hawaii, New Zealand, dan negara-negara lain, tapi kini dipakai untuk membayar biaya tinggal dia di rumah jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata padanya, “Ah, andai saja aku menyadari ini
dari dulu….” Dan dia meninggal dengan airmata di pipinya.
Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu nggak pernah berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum anda sadar itu, anda telah maju terlalu jauh. Jika anda pernah bertengkar, segera berbaikanlah! Jika anda merasa ingin mendengar suara teman anda, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera !!.

Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika anda merasa anda ingin bilang sama seseorang bahwa anda sayang dia, jangan tunggu sampai terlambat. Jika anda ingin menyampaikan sesuatu kepada seseorang katakanlah hari ini juga, jangan tunggu sampai terlambat. Jika anda terus pikir bahwa ada lain hari baru akan memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang. Jika anda selalu pikir bahwa besok akan datang, maka “besok” akan pergi begitu cepatnya hingga anda baru sadar waktu telah meninggalkanmu.









8 comments:

Yopan Prihadi said...

Saya setuju sekali....
Waktu tidak dapat diulangi untuk kedua kalinya...
Hari ini, besok atau lusa...adalah waktu yang terus mengejar kita.
Menarik sekali artikelnya Kang...
makasih dah mampir ke blog saya dan salam kenal kembali.

abang said...

Wah waktu penting dan berharga banget kang Ade ..liat aja disini nih ...
http://andimujahidin.com/islam/demi-waktu

Lyla said...

waktu itu penting kalo gak bisa memanage waktu bakalan keteteran :)

My Journey said...

waktu itu penting kalo gak bisa ngatur dengan baik bakalan kacau semuanya :)

FATAMORGANA said...

waktu berlalu bagai angin. hanya bisa dirasakan semilirnya tapi tak bisa digenggam. jadi, gunakan waktu sebaik2nya. btw, linknya aku add ya.

dragon said...

hebat euy page rengna dua

dragon said...

hebat euy page rengna dua

Web Murah said...

Ya sama setuju, sayangnya sadar itu datangnya suka terlambat ya ?

Mudah-mudahan yang baca ini sadarnya nggak terlambat

Post a Comment

Bagi Pengunjung dan mengambil data dari Blog ini, Untuk Perbaikan artikel-artikel di atas DIWAJIBKAN BERKOMENTAR, Trms..Wassalam

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons